
Phillips Exeter Academy
Exeter, Amerika Serikat
Last updated: 25 Jun 2026
Phillips Exeter Academy, yang didirikan pada tahun 1781 di Exeter, New Hampshire, adalah salah satu sekolah asrama paling bergengsi di Amerika, dengan sekitar 1.100 siswa dari tingkat 9–12 ditambah satu tahun pascasarjana. Setiap kelas menggunakan Metode Harkness — 12 siswa dan satu guru dalam diskusi kolaboratif di sekitar meja oval — menjadikan penyelidikan yang dipimpin siswa sebagai fondasi kehidupan akademik. Sekolah ini menerapkan kebijakan penerimaan yang tidak mempertimbangkan kebutuhan finansial (need-blind) dan memberikan bantuan keuangan kepada hampir setengah dari siswanya, termasuk pembebasan biaya pendaftaran penuh bagi keluarga yang memenuhi syarat. Dipandu oleh mottonya "Non Sibi" (Bukan untuk Diri Sendiri), Exeter memupuk keunggulan intelektual, karakter pribadi, dan komitmen terhadap kehidupan yang bermakna dan berorientasi pada pelayanan.
- Biaya Tahunan
- US$56.077,00 - US$71.797,00(2026-2027)
- Siswa
- ~1.099
Gambaran Umum
Phillips Exeter Academy adalah sebuah sekolah di Exeter, Amerika Serikat. Didirikan pada tahun 1781, sekolah ini memiliki sekitar 1.099 siswa. Bahasa pengantar adalah bahasa Inggris. Biaya pendidikan tahunan: $56,077–$71,797.
Sekilas
Penempatan perguruan tinggi elit — 19,1% lulusan melanjutkan ke Harvard, Yale, Princeton, Stanford, atau MIT, salah satu tingkat tertinggi di antara sekolah menengah Amerika Serikat.
Komunitas berasrama dengan ukuran sedang — 1.099 siswa total (892 siswa berasrama, 207 siswa harian) dari seluruh Amerika Serikat dan puluhan negara asing.
Penerimaan yang sangat kompetitif — tingkat penerimaan 13–18% dengan penerimaan need-blind dan wawancara wajib untuk semua pelamar.
Need-blind dengan cakupan biaya penuh — biaya tahunan $56.077 (harian) hingga $71.797 (berasrama); keluarga dengan penghasilan di bawah $125K tidak membayar biaya pendidikan.
Ideal untuk pelajar yang mandiri dan berkembang dalam kelas seminar berbasis diskusi dengan tepat 12 siswa di sekitar meja Harkness di setiap mata pelajaran.
Biaya Kuliah & Biaya Lainnya
Biaya Kuliah Tahunan
US$56.077,00 - US$71.797,00(2026-2027)
Perkiraan Total Tahun Pertama
US$71.797,00
Biaya Kuliah Menurut Kelas
| Kelas | Biaya Kuliah Tahunan | Biaya Pendaftaran | Deposit |
|---|---|---|---|
| Siswa Asrama | US$71.797,00 | - | - |
Beasiswa & Bantuan Keuangan
1Beasiswa Bantuan Keuangan Berdasarkan Kebutuhan
Kebutuhan finansialKurikulum & Akademik
Bahasa Pengantar
Bahasa Pengantar
Wajib / Pilihan
Mata Pelajaran yang Ditawarkan
14 mata pelajaranKurikulum AS(14)
Akreditasi & Keanggotaan
1 akreditasiOutcomes & Results
Tujuan Universitas
Penerimaan
Ringkasan Penerimaan
Phillips Exeter Academy menerapkan proses penerimaan yang "need-blind", artinya kondisi finansial tidak mempengaruhi keputusan penerimaan. Sekolah mempertimbangkan prestasi akademik, karakter pribadi, rekomendasi guru, dan wawancara pribadi yang diperlukan. Pelamar untuk Grade 9 harus menyerahkan skor SSAT atau ISEE; siswa yang mendaftar untuk Grade 10–12 juga dapat menyerahkan skor SAT, ACT, PreACT, atau PSAT. Tes kemampuan bahasa Inggris (TOEFL atau IELTS) sangat didorong tetapi tidak wajib untuk penutur bahasa Inggris non-native. Batas waktu pendaftaran adalah 15 Januari, dengan pengumuman keputusan pada 10 Maret. Tingkat penerimaan sekitar 13–18%, menjadikan Exeter salah satu boarding school paling selektif di Amerika Serikat.
Persyaratan
Masuk Kelas 10–12
Persyaratan Bahasa Inggris: Bahasa Inggris tingkat lanjut
Wawancara Diperlukan (Hybrid (tatap muka + online))
Tingkat Penerimaan: 0.15%
Tanggal Penting
Batas waktu pengajuan aplikasi penerimaan Phillips Exeter Academy untuk masuk pada Fall 2026.
Daftar →Semester musim gugur dimulai pada September 4, 2026. Siswa internasional harus tiba pada tanggal tersebut atau sebelumnya.
School Life
- Term system
- Trimester
- Uniform
- Not required
- Lunch
- provided
Support & Wellbeing
- Learning support
- Yes
Kegiatan Ko-kurikuler
23 kegiatanOlahraga Tim(5)
Kelas: Secondary
Olahraga Individu(3)
Kelas: Secondary
Musik(1)
Kelas: Secondary
Drama & Teater(1)
Kelas: Secondary
Klub Akademik(3)
Kelas: Secondary
STEM(1)
Kelas: Secondary
Layanan & Kepemimpinan(1)
Kelas: Secondary
Spesifik Sekolah(8)
Kelas: Secondary
Fasilitas & Kampus
9 fasilitasOlahraga & Atletik(2)
Fasilitas Akademik(2)
Ruang Makan(1)
Lainnya(4)
Lokasi & Akses
Cara Sampai Ke Sana
Exeter (Lincoln Street Station) — Amtrak Downeaster
Kampus Utama Phillips Exeter Academy
Jalan kaki 10 menit
Transportasi Umum
Layanan kereta Amtrak Downeaster dari Boston North Station ke Exeter (Lincoln Street Station), dengan jarak berjalan kaki sekitar 0,5 mil dari kampus. Layanan bus C&J dari Boston/Logan Airport ke Seabrook NH, memerlukan koneksi taksi untuk bagian perjalanan terakhir.
Area Jangkauan: Boston North Station hingga Exeter; Boston Logan Airport hingga Seabrook (bus)
Layanan Antar-Jemput
Academy Taxi — layanan taksi yang berafiliasi dengan sekolah, menyediakan transportasi reservasi antara kampus dan stasiun Amtrak Exeter (Lincoln Street Station). Tersedia pada hari kedatangan dan keberangkatan dengan reservasi.
Area Jangkauan: Kampus Exeter ke/dari stasiun Amtrak Exeter (Lincoln Street Station)
Kampus
Kampus Utama
Kampus Utama Phillips Exeter Academy
20 Main Street, Exeter, NH 03833-2460
Schoozy Insights
240 Tahun Keunggulan: Dari 56 Siswa hingga Institusi Global
Didirikan pada tahun 1781 oleh John dan Elizabeth Phillips, Phillips Exeter Academy dibuka pada tahun 1783 dengan 56 siswa dan telah berkembang selama lebih dari 240 tahun menjadi salah satu sekolah asrama paling selektif dan paling dermawan secara finansial di Amerika.
Baca Selengkapnya
240 Tahun Keunggulan: Sejarah Phillips Exeter Academy
Visi Pendirinya (1781)
Phillips Exeter Academy didirikan pada 1781 oleh John Phillips, seorang pedagang, hakim, dan pemimpin masyarakat New Hampshire yang sejahtera, bersama istrinya Elizabeth. Phillips telah terlibat mendalam dalam pendirian Phillips Academy di Andover, Massachusetts pada tahun 1778 — dan terinspirasi oleh misinya, dia memutuskan untuk mendirikan institusi serupa di kota asalnya, Exeter, New Hampshire.
Deed of Gift, yang ditandatangani pada 1781, menetapkan prinsip-prinsip yang tetap menjadi fondasi hingga hari ini:
- Pendidikan yang dapat diakses oleh "pemuda dari setiap penjuru"
- Persatuan kebaikan dan pengetahuan sebagai tujuan yang tak terpisahkan
- Moto Latin Non Sibi — "Bukan untuk Diri Sendiri" — sebagai kompas etika institusi
- Pengabdian kepada kemanusiaan sebagai tujuan akhir dari pembelajaran
Hari Pembukaan (1783)
Academy membuka pintu pada 1783 dengan satu guru dan 56 siswa. Dari awal yang sederhana ini, Exeter memulai evolusi panjangnya menjadi salah satu sekolah menengah paling terkenal di Amerika.
Tonggak Penting
- 1781 — Deed of Gift ditandatangani; academy secara resmi diberikan piagam
- 1783 — Kelas pertama diadakan dengan 56 siswa
- 1930 — Edward Harkness memberikan hibah kepada sekolah yang menciptakan Metode Harkness
- 1970 — Sekolah menjadi koedukatif, menerima siswa perempuan untuk pertama kalinya
- 2021 — Academy menyatakan penerimaan yang sepenuhnya blind terhadap kebutuhan finansial, berkomitmen untuk memenuhi 100% kebutuhan finansial yang terbukti untuk semua siswa yang diterima, terlepas dari kewarganegaraan
Pertumbuhan Selama Dua Setengah Abad
Dari 56 siswa dan satu guru, Exeter telah berkembang menjadi sekolah dengan sekitar 1.099 siswa dari seluruh Amerika Serikat dan puluhan negara asing. Kampus telah berkembang mencakup 700 hektar dengan 147 bangunan, termasuk perpustakaan sekolah menengah terbesar di dunia. Staf pengajar kini berjumlah 246 orang, dan hampir setengah dari semua siswa menerima bantuan keuangan berbasis kebutuhan.
Warisan yang Hidup
Sejarah Exeter bukanlah sekadar institusional — ini adalah kisah ribuan individu yang melewati ruang kelas dengan meja oval dan kemudian membentuk kembali kehidupan publik, seni, sains, dan masyarakat sipil. Komitmen sekolah terhadap "pemuda dari setiap penjuru" — sejak tahun pertamanya — telah menjadikannya baik sebagai mercusuar keunggulan akademik maupun laboratorium untuk cita-cita demokratis dalam pendidikan.
Hasil Pendidikan Tinggi: HYPSM, Ivy League, dan Penempatan Hampir Universal ke Universitas Terkemuka
Lulusan Phillips Exeter Academy secara konsisten mencapai penempatan universitas yang luar biasa, dengan ~19% masuk ke sekolah-sekolah HYPSM dan ~72% diterima di universitas top-25 di Amerika Serikat, yang mencerminkan ketelitian akademik sekolah dan kedalaman layanan konseling perguruan tingginya.
Baca Selengkapnya
Hasil Pencapaian Perguruan Tinggi di Phillips Exeter Academy
Budaya akademik Phillips Exeter Academy dibangun untuk — dan secara konsisten menghasilkan — hasil pencapaian perguruan tinggi yang luar biasa. Para lulusannya termasuk di antara pelamar yang paling dicari di universitas-universitas elit di seluruh dunia.
Penempatan HYPSM dan Ivy League
Dalam periode lima tahun terakhir, sekitar 19,1% lulusan Exeter masuk ke Harvard, Yale, Princeton, Stanford, atau MIT (HYPSM) — lima institusi yang paling sering disebutkan sebagai puncak dari penerimaan universitas Amerika. Ini berarti kira-kira satu dari lima lulusan menghadiri sekolah dengan tingkat penerimaan di bawah 5%.
Di luar HYPSM, siswa Exeter diterima di semua delapan universitas Ivy League dalam jumlah yang signifikan setiap tahunnya — dengan Harvard, Yale, dan Princeton secara konsisten menjadi destinasi teratas. Tujuan penempatan lainnya yang sering terjadi meliputi:
- Columbia, Penn, Brown, Cornell, Dartmouth (Ivy League)
- Georgetown, Duke, Northwestern, Caltech
- Perguruan tinggi seni liberal terkemuka (Williams, Amherst, dll.)
Penempatan di Top-25 Hampir Universal
Mungkin statistik yang paling mencolok: sekitar 72% lulusan Exeter diterima di HYPSM ditambah universitas top-25 Amerika yang lebih luas — artinya hampir tiga perempat dari setiap angkatan kelulusan menghadiri institusi peringkat nasional dari tingkat tertinggi.
Apa yang Mendorong Hasil-Hasil Ini
Beberapa fitur struktural dari pengalaman Exeter berkontribusi pada hasil-hasil ini:
- Keterampilan intelektual terlatih Harkness — lulusan tiba di universitas sudah ahli dalam diskusi gaya seminar
- Beban kursus yang ketat — akses ke kursus-kursus lanjutan di semua disiplin ilmu, termasuk AP dan studi mandiri
- Bimbingan perguruan tinggi berpengalaman — konselor khusus membimbing siswa melalui setiap tahap proses
- Reputasi institusional — nama Exeter dikenal dan dihormati oleh kantor penerimaan di seluruh dunia
- Jalur bantuan keuangan — penerimaan berdasarkan kebutuhan berarti kelas kelulusan mencakup siswa dari setiap latar belakang ekonomi, menghasilkan kumpulan pelamar yang beragam yang universitas secara aktif cari
Kinerja SAT dan ACT
Meskipun Exeter tidak menerbitkan data skor tes resmi, sumber pihak ketiga melaporkan bahwa rentang SAT 50% tengah untuk siswa Exeter adalah sekitar 1370–1550, dan rentang ACT 50% tengah adalah 29–34 — keduanya nyaman berada dalam desil teratas secara nasional.
Catatan tentang Universitas Inggris dan Internasional
Exeter mengikuti kurikulum Amerika dan tidak menawarkan kualifikasi IB, A-Level, atau IGCSE. Penempatan universitas Inggris dan Eropa, meskipun mungkin, jarang terjadi; infrastruktur bimbingan perguruan tinggi sekolah terutama berorientasi pada penerimaan universitas Amerika.
Metode Harkness: Belajar Melalui Dialog Kolaboratif
Metode pengajaran Harkness yang menjadi ciri khas Phillips Exeter menempatkan 12 siswa dan satu guru di sekeliling meja oval, menjadikan setiap siswa sebagai co-creator pengetahuan yang aktif daripada sekadar penerima pasif.
Baca Selengkapnya
Metode Harkness: Pedagogi Khas Phillips Exeter Academy
Pada tahun 1930, dermawan Edward Harkness menyumbangkan dana kepada Phillips Exeter Academy dengan sebuah ide sederhana namun revolusioner: bahwa pembelajaran terbaik terjadi bukan melalui kuliah, melainkan melalui percakapan. Hasilnya adalah Metode Harkness — sebuah pedagogi yang begitu khas sehingga menjadi identik dengan Exeter itu sendiri.
Cara Kerjanya
Setiap kelas akademik di Exeter distruktur menurut format yang sama:
- 12 siswa dan 1 guru berkumpul di sekitar meja oval besar
- Siswa memimpin diskusi, mengajukan pertanyaan, menantang penalaran satu sama lain, dan membangun pemahaman secara kolaboratif
- Guru berfungsi sebagai pemandu dan mitra intelektual daripada sebagai penceramah
- Tidak ada pencatatan pasif — partisipasi adalah ekspektasi inti
Ini bukan hanya sekadar teknik mengajar; ini adalah filosofi tentang apa yang pendidikan untuk. Harkness percaya bahwa pembelajaran harus terasa sealami percakapan antara pikiran-pikiran yang ingin tahu, dan meja oval — di mana semua orang saling berhadapan — adalah perwujudan fisik dari kesetaraan intelektual.
Mengapa Hal Ini Penting
Pendekatan Harkness menghasilkan lulusan yang:
- Artikulatif dan persuasif — terbiasa mempertahankan ide secara real time
- Pendengar aktif — terlatih membangun gagasan orang lain, bukan hanya menegaskan pemikiran mereka sendiri
- Tangguh secara intelektual — nyaman dengan ambiguitas dan masalah terbuka
- Pemimpin kolaboratif — berpengalaman dalam dinamika kelompok sejak tahun-tahun awal mereka di Exeter
Konselor perguruan tinggi dan petugas penerimaan universitas secara konsisten mencatat bahwa lulusan Exeter tiba di universitas dengan keterampilan diskusi canggih yang membedakan mereka dalam seminar dan tutorial.
Filosofi di Balik Metode Tersebut
Metode Harkness tidak dapat dipisahkan dari misi yang lebih luas dari Exeter: "Unite goodness and knowledge and inspire youth from every quarter to lead purposeful lives." Meja oval adalah tempat di mana kebaikan dan pengetahuan secara literal bertemu — di mana siswa mempraktikkan kejujuran intelektual, rasa hormat terhadap pandangan yang berbeda, dan keberanian untuk berbicara dan mendengarkan.
Motto sekolah, Non Sibi (Bukan untuk Diri Sendiri), juga bergema dalam ruang kelas Harkness. Pembelajaran dibingkai bukan sebagai pencapaian individu melainkan sebagai usaha bersama, mempersiapkan siswa untuk berkontribusi secara bermakna pada komunitas jauh di luar dinding akademi.
Model yang Diadopsi di Seluruh Dunia
Meskipun banyak sekolah telah berusaha mereplikasi elemen-elemen pendekatan Harkness, komitmen Exeter bersifat total: setiap kelas, setiap subjek, setiap hari. Ukuran kelas tetap sebanyak 12 orang tidak dapat ditawar-tawar — ini adalah jumlah minimum yang dapat diandalkan untuk dinamika penyelidikan kolaboratif yang genuine, dan jumlah maksimal yang memungkinkan setiap suara didengar dalam satu periode kelas.
Filosofi Penerimaan Phillips Exeter Academy: Tanpa Pertimbangan Finansial, Wawancara Wajib, dan Sangat Selektif
Proses penerimaan siswa di Phillips Exeter Academy termasuk yang paling selektif di antara sekolah persiapan Amerika (~tingkat penerimaan 15%), namun sepenuhnya tidak mempertimbangkan kebutuhan finansial dengan bantuan keuangan yang kuat mencakup hampir setengah dari jumlah siswa.
Baca Selengkapnya
Admisi Berbasis Kebutuhan, Wawancara Wajib, Sangat Selektif: Memahami Penerimaan di Exeter
Proses penerimaan Phillips Exeter Academy mencerminkan nilai-nilai yang sama yang menentukan filosofi pendidikannya — ketat, adil, dan komitmen tulus untuk merakit komunitas pemuda yang beragam dan intelektual.
Tingkat Selektivitas
Exeter termasuk salah satu sekolah asrama paling kompetitif di Amerika Serikat. Tingkat penerimaan sekitar 13–18%, menempatkannya bersama dengan sekolah persiapan paling selektif di negara ini. Persaingan sangat ketat untuk masuk ke Grade 9 (titik masuk paling umum) dan bagi pemohon internasional.
Admisi Berbasis Kebutuhan (Need-Blind)
Mungkin fitur paling luar biasa dari model penerimaan Exeter adalah kebijakan sepenuhnya need-blind-nya:
- Keadaan finansial tidak memainkan peran apapun dalam keputusan penerimaan
- Sekolah memenuhi 100% dari kebutuhan finansial yang terbukti untuk semua siswa yang diterima
- Sekitar 48% siswa menerima bantuan keuangan berbasis kebutuhan
- Keluarga yang berpenghasilan di bawah $125,000 per tahun mungkin memenuhi syarat untuk pembebasan biaya sekolah penuh
- Tidak ada program beasiswa merit — dukungan keuangan dialokasikan murni berdasarkan kebutuhan
Ini membuat Exeter berbeda di antara sekolah persiapan elit: seorang siswa dari latar belakang sederhana yang diterima akan menerima pendidikan berkualitas yang sama seperti siswa dari keluarga kaya.
Proses Aplikasi
Komponen utama dari aplikasi meliputi:
- Tes standar: SSAT atau ISEE diperlukan untuk pemohon Grade 9; SAT, ACT, PreACT, atau PSAT diterima untuk Grade 10–12
- Kemahiran bahasa Inggris: TOEFL atau IELTS sangat disarankan (namun tidak wajib) untuk penutur bahasa Inggris bukan asli
- Rekomendasi guru: Dari guru bahasa Inggris, guru matematika, dan konselor sekolah
- Wawancara pribadi: Wajib untuk semua pemohon — tersedia secara tatap muka, online, atau melalui respons video yang direkam
- Esai dan laporan sekolah: Diajukan melalui sistem aplikasi Gateway
Tanggal Penting (Siklus Tahunan Khas)
- Aplikasi dibuka: Juli
- Batas waktu aplikasi: 15 Januari
- Keputusan penerimaan dirilis: 10 Maret
Apa yang Dicari Petugas Penerimaan
Exeter secara eksplisit mengevaluasi baik janji intelektual maupun karakter pribadi. Pelamar dinilai berdasarkan kapasitas mereka untuk berkembang dan berkontribusi pada kelas Harkness — yang menuntut partisipasi aktif, kejujuran intelektual, dan pemikiran kolaboratif. Skor tes tinggi saja tidak cukup; rasa ingin tahu yang ditunjukkan, ketahanan, dan semangat komunitas sama-sama dihargai.
Kehidupan di 700 Hektar: Komunitas Asrama, Semangat Non Sibi, dan Budaya Dormi
Dengan 892 siswa asrama di 26 asrama, kampus Phillips Exeter Academy adalah komunitas residensial yang sepenuhnya immersive di mana kehidupan akademik dan pertumbuhan pribadi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari di asrama dan makan bersama.
Baca Selengkapnya
Kehidupan di 700 Hektar: Komunitas Asrama Phillips Exeter
Dunia Tempat Tinggal
Phillips Exeter pada dasarnya adalah sebuah institusi asrama. Dari sekitar 1.099 siswa yang ada, 892 adalah penghuni asrama — siswa yang hidup, makan, belajar, dan berkembang bersama di kampus seluas 700 hektar di kota bersejarah Exeter, New Hampshire. Sisanya 207 adalah siswa harian, tetapi mereka juga sepenuhnya terintegrasi dalam ritme kehidupan kampus.
Kampus mencakup 147 bangunan, termasuk perpustakaan sekolah menengah terbesar di dunia, berbagai kompleks olahraga, studio seni, laboratorium sains, dan jaringan asrama yang kaya.
Kehidupan Asrama: Jantung Komunitas
Phillips Exeter memiliki 26 asrama, masing-masing berfungsi sebagai komunitas kecil dengan orang tua asrama fakultas yang tinggal bersama siswa. Dua asrama dirancang sebagai lintas gender, mencerminkan komitmen sekolah terhadap lingkungan asrama yang inklusif.
Siswa biasanya tinggal di bangunan asrama yang sama selama sebagian besar waktu mereka di Exeter, menciptakan komunitas rumah yang erat yang berfungsi sebagai jangkar sosial dan emosional kehidupan asrama. Orang tua asrama memainkan peran pastoral yang penting, mendukung kesejahteraan siswa dan menjadi titik kontak pertama untuk setiap kekhawatiran.
Non Sibi: Budaya Pelayanan
Motto Phillips Exeter Non Sibi (Bukan untuk Diri Sendiri) meresapi budaya kampus. Siswa didorong — melalui klub, program layanan komunitas, dan struktur kelas Harkness itu sendiri — untuk berpikir di luar kemajuan pribadi mereka dan berkontribusi secara bermakna pada komunitas mereka. Semangat ini membedakan suasana kampus Exeter: keunggulan akademis sangat dihargai, tetapi selalu ditempatkan dalam konteks bagaimana hal itu akan digunakan untuk orang lain.
Makan: Ritual Komunal
Sekolah mengoperasikan dua ruang makan dengan menu yang berputar menawarkan berbagai masakan, termasuk lini masakan autentik dunia. Makan bersama diperlakukan sebagai bagian penting dari pembangunan komunitas, bukan sekadar kebutuhan logistik.
Kesejahteraan dan Dukungan
Pusat Kesehatan dan Kesejahteraan Lamont menyediakan layanan kesehatan dan konseling sepanjang waktu. Sekolah mempertahankan sistem pelaporan pelanggaran yang jelas, termasuk formulir untuk melaporkan pengganggu dan serangan terhadap identitas pribadi. Pendidikan jasmani bersifat wajib bagi semua siswa, memperkuat komitmen sekolah terhadap pengembangan individu secara menyeluruh bersama dengan ketelitian akademis.
Kota Exeter
Berlokasi di sebuah kota New England yang khas, kampus Exeter mendapat manfaat dari lingkungan yang aman dan dapat dijelajahi dengan berjalan kaki. Amtrak Downeaster menyediakan tautan rel langsung ke North Station Boston, dan layanan shuttle Academy Taxi sekolah menghubungkan siswa ke stasiun kereta lokal pada hari kedatangan dan keberangkatan.
About the School
- Established
- 1781
Mission
Menyatukan kebaikan dan pengetahuan serta menginspirasi pemuda dari berbagai kalangan untuk menjalani kehidupan yang bermakna.
Educational philosophy
Filosofi pendidikan Phillips Exeter Academy berpusat pada metode pengajaran Harkness, di mana sekelompok 12 siswa dan satu guru berkumpul mengelilingi meja oval untuk terlibat dalam pembelajaran berbasis kolaborasi dan diskusi. Dikembangkan melalui sumbangan dari filantropis Edward Harkness pada tahun 1930, pendekatan ini meyakini bahwa siswa belajar paling baik ketika mereka secara aktif berpartisipasi, mengajukan pertanyaan, dan membangun pemahaman bersama daripada menerima instruksi secara pasif. Filosofi ini melampaui bidang akademik hingga misi panduan sekolah — menyatukan kebaikan dan pengetahuan — dan semboyan 'Non Sibi' (Bukan untuk Diri Sendiri), yang mengajak siswa untuk menggunakan pendidikan mereka dalam melayani komunitas yang lebih luas dan dunia.
Core values
Kebaikan, Pengetahuan, Keunggulan Akademik, Keberagaman, Non Sibi (Bukan untuk Diri Sendiri), Komunitas
History
Phillips Exeter Academy didirikan pada tahun 1781 oleh John Phillips dan istrinya Elizabeth, dengan misi untuk mendidik 'generasi muda dari berbagai penjuru.' Terinspirasi oleh kesuksesan Phillips Academy di Andover (didirikan 1778), John Phillips — seorang tokoh terkemuka New Hampshire — memutuskan untuk mendirikan sekolah di kota asalnya, Exeter. Deed of Gift yang ditandatangani pada tahun 1781 menetapkan prinsip-prinsip menyatukan kebaikan dan pengetahuan. Sekolah dibuka pada tahun 1783 dengan satu guru dan 56 siswa. Selama dua setengah abad berikutnya, sekolah ini berkembang dari akademi lokal kecil menjadi institusi yang diakui secara global dengan sekitar 1.100 siswa. Pada tahun 1970, sekolah ini menjadi coeducational, dan pada tahun 2021 menetapkan admisi yang sepenuhnya need-blind — berkomitmen untuk memenuhi 100% kebutuhan finansial yang terbukti untuk semua siswa yang diterima.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa biaya uang sekolah tahunan di Phillips Exeter Academy?
Biaya tuition tahunan di Phillips Exeter Academy berkisar dari $56,077 hingga $71,797 (USD), tergantung pada tingkat kelas.
Apa saja persyaratan penerimaan untuk Phillips Exeter Academy?
Phillips Exeter Academy menerapkan proses penerimaan yang tidak mempertimbangkan kemampuan finansial (need-blind admissions), artinya kondisi keuangan calon siswa tidak mempengaruhi keputusan penerimaan. Sekolah mempertimbangkan prestasi akademik, karakter pribadi, rekomendasi guru, dan wawancara pribadi yang wajib dilakukan. Pelamar untuk Grade 9 harus menyerahkan skor SSAT atau ISEE; siswa yang melamar untuk Grade 10–12 juga dapat menyerahkan skor SAT, ACT, PreACT, atau PSAT. Tes kemahiran bahasa Inggris (TOEFL atau IELTS) sangat disarankan tetapi tidak wajib bagi penutur bahasa Inggris non-native. Batas waktu pendaftaran adalah 15 Januari, dan keputusan pengambilan akan diumumkan pada 10 Maret. Tingkat penerimaan mencapai sekitar 13–18%, menjadikan Exeter salah satu sekolah asrama paling selektif di Amerika Serikat.
Kapan batas waktu pendaftaran untuk Phillips Exeter Academy?
Batas waktu pendaftaran untuk Admission Application Deadline adalah 2026-01-15.
Di mana Phillips Exeter Academy berada?
Phillips Exeter Academy berlokasi di Exeter, Amerika Serikat.
Berapa banyak siswa yang bersekolah di Phillips Exeter Academy?
Phillips Exeter Academy memiliki sekitar 1.099 siswa.
Berapa rasio siswa-guru di Phillips Exeter Academy?
Rasio siswa-guru di Phillips Exeter Academy adalah 6:1.
Compare, fees & rankings
Last updated: 25 Jun 2026
Sources: the school's official website, accreditation bodies (e.g. IBO, CIS), and public records.